Description
Label Stiker Transparan Black Mark adalah solusi khusus yang dirancang agar printer barcode dapat mendeteksi posisi cetak pada material yang tembus pandang.
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai fungsi, cara kerja, dan kegunaannya untuk klien B2B Anda:
1. Apa Itu Black Mark?
Black Mark adalah tanda berupa garis hitam horizontal yang dicetak di bagian belakang liner (kertas pendukung/pelapis) stiker.
Karena stiker transparan bersifat bening, sensor printer standar (sensor gap) tidak bisa mendeteksi celah antar label karena cahaya sensor akan menembus material stiker tersebut. Di sinilah fungsi garis hitam tersebut sebagai “pemandu” bagi printer.
2. Cara Kerjanya
Printer barcode memiliki dua jenis sensor utama:
-
Gap Sensor (Transmissive): Mendeteksi celah kosong antar label. (Tidak berfungsi pada stiker transparan).
-
Black Mark Sensor (Reflective): Sensor memancarkan cahaya dan mendeteksi pantulan. Ketika sensor mengenai garis hitam (Black Mark), cahaya tidak terpantul kembali. Hal ini memberi sinyal ke printer bahwa: “Ini adalah batas antar label, mulailah mencetak di titik ini.”
3. Mengapa Klien B2B Membutuhkan Ini?
Klien perusahaan biasanya memilih label transparan dengan black mark karena alasan berikut:
-
Estetika Produk (No-Label Look): Memberikan kesan seolah-olah desain dicetak langsung di atas botol atau kemasan (sangat populer untuk industri kosmetik, minuman kekinian, dan skincare).
-
Akurasi Cetak Tinggi: Menghindari teks atau barcode yang “lari” atau terpotong saat proses cetak massal menggunakan printer thermal transfer.
-
Daya Tahan: Biasanya berbahan dasar plastik (PET atau BOPP), sehingga tahan air, tahan minyak, dan tidak mudah sobek dibandingkan label kertas.
4. Spesifikasi Teknis yang Sering Ditanyakan Klien
Jika Anda menawarkan produk ini ke perusahaan (B2B), biasanya mereka akan menanyakan detail berikut:
-
Material: Apakah menggunakan bahan Clear PET atau BOPP?
-
Posisi Mark: Apakah garis hitam ada di bagian belakang tengah atau di pinggir? (Harus sesuai dengan posisi sensor printer mereka).
-
Ukuran Mark: Biasanya memiliki lebar minimal 3mm – 5mm agar terbaca sempurna oleh sensor.
-
Core: Ukuran gulungan (1 inch atau 3 inch) sesuai jenis printer industri mereka.
5. Catatan Penting untuk Pengguna
Agar stiker ini bisa digunakan, klien harus memastikan dua hal pada printernya:
-
Support Reflective Sensor: Printer mereka harus memiliki sensor reflektif (hampir semua printer barcode industri seperti Zebra, Honeywell, atau TSC memilikinya).
-
Setting Driver: Pada pengaturan driver di komputer, jenis Media Type harus diubah dari “Label with Gaps” menjadi “Label with Marks” atau “Black Mark”.
Atau Pesan Disini




Reviews
There are no reviews yet.